Kabupaten Semarang, Metro8.News – Kiprah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Purworejo terus menunjukkan tren positif. Setelah sukses mencuri perhatian pada Festival Olahan Pangan Jawa Tengah 2026 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), kini UMKM Purworejo kembali hadir memeriahkan Festival Rakyat 2026 yang digelar di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Salah satu pelaku UMKM yang menjadi perhatian pengunjung adalah Ibu Rejih. Melalui stan miliknya, ia menghadirkan beragam produk unggulan berbasis pangan lokal yang berhasil menarik minat masyarakat sejak sore hingga malam hari.

Hal itu disampaikan Ibu Rejih saat berbincang dengan jurnalis Metro8.news di sela kegiatan Festival Rakyat 2026 di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (17/7/2026).
Dalam festival tersebut, Ibu Rejih membawa produk andalannya Keraton (Keripik Bonggol Pisang), inovasi olahan pangan berbahan bonggol pisang yang sebelumnya sukses mencuri perhatian pada Festival Olahan Pangan Jawa Tengah di TMII Jakarta.
Tak hanya itu, stan UMKM Purworejo juga menyajikan berbagai menu siap santap, seperti pepes nila, pepes cakalang, pepes jamur, nasi bakar, aneka sayuran, serta minuman herbal kunyit asam yang banyak diburu pengunjung.
Selain kuliner siap saji, pengunjung juga dapat menemukan berbagai produk kemasan unggulan, mulai dari teh herbal kelor, keripik pisang, hingga Keraton Keripik Bonggol Pisang Original yang menjadi salah satu ikon inovasi pangan lokal Kabupaten Purworejo.
Baca Juga: DLH Jepara Gencarkan Gerakan Pilah Sampah, Rini Patmini Ajak Warga Ubah Sampah Jadi Cuan
“Kami ingin terus memperkenalkan produk-produk lokal agar semakin dikenal masyarakat. Harapannya, UMKM bisa terus berkembang, membuka pasar yang lebih luas, sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil,” ujar Ibu Rejih.
Festival Rakyat Ambarawa sendiri menjadi ajang promosi yang mempertemukan pelaku UMKM, komunitas, pelaku seni, hingga masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan. Selain bazar UMKM, festival juga dimeriahkan pasar malam, pertunjukan musik, tari tradisional, gathering komunitas, dan berbagai hiburan lainnya.

Ramainya pengunjung yang mendatangi stan UMKM Purworejo menjadi bukti bahwa produk berbasis potensi lokal memiliki daya saing tinggi dan mampu menarik perhatian masyarakat. Berbagai produk olahan pangan yang ditampilkan tidak hanya menawarkan cita rasa khas, tetapi juga memperlihatkan kreativitas pelaku usaha dalam meningkatkan nilai tambah bahan baku lokal.
Baca Juga: Ribuan Ton Batu Bara Tumpah, Yulis LJM Desak Usut Kontrak Pengangkutan hingga Polis Asuransi
Keikutsertaan UMKM Purworejo dalam Festival Rakyat 2026 sekaligus menjadi upaya memperluas jaringan pemasaran, membangun kemitraan, serta mengenalkan produk-produk unggulan daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Dengan inovasi yang terus dikembangkan, UMKM Purworejo membuktikan bahwa produk lokal tidak hanya mampu bersaing di tingkat regional, tetapi juga memiliki peluang besar untuk menembus pasar nasional melalui berbagai ajang promosi dan pameran.
M8/UCP

















