NTT, Metro8.News – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Guncangan kuat membuat warga panik, sementara sejumlah bangunan dan fasilitas umum di Labuan Bajo dilaporkan mengalami kerusakan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi sekitar pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.
BMKG kemudian melakukan pemutakhiran parameter gempa menjadi M7,7.
Gempa tersebut juga memicu peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah pesisir. Dalam pemantauan BMKG, tsunami telah terdeteksi di sejumlah stasiun pengamatan muka laut.
Di Labuan Bajo, gelombang tsunami terdeteksi pada pukul 05.26 WIB dengan ketinggian 0,36 meter. Sementara itu, gelombang lebih tinggi terpantau di Maurole, Ende, mencapai 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB.
Baca Juga: Terungkap! Petani 72 Tahun Ditemukan Tewas di Hutan Kancilan Jepara, Polisi Ungkap Hasil Pemeriksaan
Hotel di Labuan Bajo Rusak
Dampak gempa juga terlihat di sejumlah bangunan di Labuan Bajo. Berdasarkan laporan di lapangan, salah satu bangunan yang mengalami kerusakan adalah Hotel Jayakarta.
Bagian lobi hotel dilaporkan terdampak. Sejumlah tembok, meja dan kursi mengalami kerusakan akibat kuatnya guncangan.
Selain hotel, sejumlah fasilitas umum seperti gereja, rumah sakit dan sekolah di wilayah kota juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat masih melakukan pendataan sehingga jumlah kerusakan maupun nilai kerugian belum dapat dipastikan.
Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah
Pemutakhiran BMKG menunjukkan tsunami tidak hanya terdeteksi di Labuan Bajo.
Beberapa hasil pengamatan muka laut antara lain:
Maurole, Ende: 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB.
Bulukumba: 0,54 meter pada pukul 05.58 WIB.
Pelabuhan Kewapante, Sikka: 0,38 meter pada pukul 05.16 WIB.
Labuan Bajo: 0,36 meter pada pukul 05.26 WIB.
Flores Timur: 0,25 meter pada pukul 05.24 WIB.
Sikka: 0,19 meter.
Dompu: 0,17 meter.
Bakalang, Alor: 0,14 meter.
BMKG sebelumnya menetapkan sejumlah wilayah dalam status Siaga dan Waspada terkait potensi tsunami. Masyarakat di wilayah pesisir diminta menjauhi pantai dan mengikuti arahan petugas.
Baca Juga: Bakar Sampah Berujung Petaka, Api Merambat Lahap Lahan Semak Dekat KDMP Kedung Jepara
Warga Diminta Tetap Waspada
Gempa dengan kekuatan besar seperti ini juga berpotensi diikuti gempa susulan. Karena itu, masyarakat diminta tidak kembali ke bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD dan BNPB.
Hingga berita ini diterbitkan, pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung. Perkembangan terbaru terkait kondisi warga, bangunan terdampak, maupun aktivitas tsunami masih menunggu pembaruan dari otoritas berwenang.
Metro8.news akan terus memperbarui informasi mengenai gempa M7,7 NTT ini berdasarkan keterangan resmi BMKG dan pemerintah daerah.
M8/BMKG

















