Jakarta, Metro8.News – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai diarahkan ulang. Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengkaji penghentian penyaluran bantuan bagi siswa sekolah menengah atas (SMA), khususnya dari kalangan ekonomi mampu.
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi efisiensi anggaran sekaligus penajaman sasaran penerima manfaat agar lebih tepat guna.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengungkapkan bahwa siswa SMA dinilai bukan lagi prioritas utama program, terutama bagi sekolah dengan latar belakang ekonomi menengah ke atas.
Baca Juga: Perangkat Desa Perempuan di Demak Kena SP2, Diduga Lindungi Warung Miras Anak di Samping Kantor Desa
“SMA mungkin sudah tidak perlu lagi diberikan MBG, apalagi sekolah-sekolah yang siswanya tergolong mampu. Fokus kita adalah kelompok yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya usai rapat dengan Komisi IX DPR, Senin (15/6/2026).
Menurut perhitungan BGN, langkah ini berpotensi mengurangi hingga 8 juta penerima manfaat dari kalangan siswa SMA. Hingga 10 Juni 2026, tercatat sekitar 43 juta siswa telah menerima program MBG, atau setara 80,7 persen dari total peserta didik nasional.
Tak Lagi Kejar Kuantitas
Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa arah kebijakan MBG kini bergeser. Pemerintah tidak lagi mengejar target jumlah penerima secara besar-besaran, melainkan menitikberatkan pada kualitas program.
“Kami tidak lagi mengejar kuantitas. Fokus kami adalah perbaikan kualitas layanan dan ketepatan sasaran,” tegasnya.
Langkah ini diambil seiring upaya pembenahan tata kelola serta efisiensi penggunaan anggaran negara.
Baca Juga: Mahfud MD Soroti Dugaan Korupsi MBG: Tak Masuk Akal Jika Berlangsung Lama Tanpa Jejak
Fokus ke Kelompok Rentan
Dalam skema baru, pemerintah akan memprioritaskan kelompok yang lebih membutuhkan, di antaranya:
Wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)
- Ibu hamil (bumil)
- Ibu menyusui (busui)
- Balita
Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan dampak lebih signifikan terhadap penanganan masalah gizi nasional, dibandingkan distribusi yang merata tanpa mempertimbangkan tingkat kebutuhan.
Masih Tahap Pembahasan
BGN menegaskan, hingga saat ini kebijakan tersebut masih dalam tahap perumusan bersama lintas kementerian dan lembaga. Keputusan final terkait penghentian MBG bagi siswa SMA belum ditetapkan.
Namun demikian, refocusing program dinilai penting untuk memastikan anggaran lebih efisien sekaligus manfaatnya benar-benar dirasakan oleh kelompok prioritas.
M8/TMP

















